Semangka Super Berat 15kg

Boleh percaya boleh tidak, panen buah semangka di Purworejo tidak pernah melebihi 10 kg sebelum ini, bahkan jika ada yang lebih dari 10 kg malah menimbulkan ketakutan bagi petaninya. ”Disini kepercayaan terhadap hal gaib sangat kental, kalau ada semangka berbuah lebih dari 10 kg, apalagi sampai 15 kg, petani malah ketakutan, tidak berani panen. Karena kepercayaan dari nenek moyang, daerah sini tidak mungkin panen sebagus itu, jika kok ternyata ada panen sebesar itu, ada pemikiran pasti diinginkan ratu kidul, jadi tidak berani dipanen. Kami hanya ambil yang kecil-kecil, yang besarnya lebih dari 10 kg kami bersihkan, kami bungkus dengan kain kafan, diberi doa, lalu dikubur, ”demikian penjelasan Bpk Turasman.

“Saya pun kemarin juga begitu pak, melihat semangka saya besar-besar, awalnya saya sedih. Tapi setelah dijelaskan bahwa pertumbuhan yang cepat dan buah yang lebih besar ini faktor penggunaan Produk NASA, baru saya bisa bernafas lega. Tradisi tetap saya penuhi, semangka yang paling besar tetap saya kubur, tapi sisanya saya jual. Kemarin saya mengubur semangka yang beratnya sekitar 17 kg pak, ”ujar Pak Turasman.

Memang sebelumnya rata-rata tanaman semangka di daerah Purworejo bagian selatan tidak begitu bagus. Setelah pakai Produk NASA ternyata bisa lebih bagus. Hal ini secara ilmiah bisa dijelaskan karena faktor kandungan unsur hara lengkap yang ada di Produk NASA dan kandungan hormon perangsang tumbuh seperti auksin, sitokinin dan giberelin.

Cara aplikasi Produk NASA yakni POP SUPERNASA 1 sdm + 10 liter air disiramkan secara merata, POC NASA disemprotkan 3 tutup/tangki dicampur dengan HORMONIK 1 tutup/tangki. Sampai panen ini telah menghabiskan 8 botol POC NASA, 4 botol HORMONIK, 14 POP SUPERNASA.

Menurut Pak Turasman, berat semangka yang pakai Produk NASA jauh lebih berat daripada yang tidak pakai. Panjang buah mencapai 31 cm, berat buah 15 kg bahkan ada yang 17 kg, biasanya berat hanya 4-6 kg. Rata-rata berat 13 kg. Selain itu daun semangka yang pakai Produk NASA tetap bertahan hijau dan segar, sementara yang lainnya sudah mengering dan coklat.

“Mudah-mudahan Produk NASA bisa berguna untuk membuka mata petani di daerah saya, bahwa sebenarnya kalau bercocok tanam dengan benar dan modern, hasil bisa lebih bagus, tidak sekedar hanya pasrah dan mengandalkan pola budidaya tradisional, ”ujar Pak Turasman menutup perbincangan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: